Minggu, 27 November 2011

Hadiah istimewa

Perayaan hari ulang tahun adalah hal istimewa bagi seorang remaja. Pada tanggal 13 Juni adalah ulang tahun ku. Seminggu sebelum hari ulang tahunku, aku sudah membayangkan akan ada pesta ulang tahun di rumahku. Namun aku merasa tidak ada tanda-tanda ulang tahunku akan dirayakan bersama keluargaku, bahkan kedua orang tuaku saja tidak pernah menyinggung hari ulang tahunku padahal beberapa waktu yang lalu, ayahku berjanji akan membelikan sebuah laptop jika aku naik kelas dan mendapatkan nilai yang memuaskan.
          Minggu pagi, aku bangun akan tetapi aku mendapati orang tuaku dan kedua adikku tidak berada dirumah. Mereka pergi pagi-pagi disaat aku sedang tidur pulas. Aku kesal sekali, “huh, sebal setiap hari ayahku pergi kerja tapi mengapa ibu dan kedua adikku juga ikut-ikutan pergi padahal hari ini ulang tahunku dan hari ini hari minggu? Benci, benci, aku benci semuanya. Kakakku yang biasa membangunkanku juga ikut-ikutan pergi. Semua tidak ada yang sayang padaku lagi, “gerutu dalam hati.”
          Tak lama kemudian terdengar orang mengetuk pintu, aku pun segera berlari kearah pintu. Mengira orang tuaku yang datang membawa kejutan, ternyata dugaanku salah. Yang mengetuk pintu tersebut adalah Pak pos “maaf dek mengganggu ! saya hanya ingin mengantarkan kiriman ini kepada nyonya Iasza ! kiriman ini dari bapak Sukayat.” Lalu pak pos pun memberikan bungkusannya. Lalu aku pun terkejut . karena nama pengirimnya bapak Sukayat. Bapak Sukayat adalah nama ayahku.
          Kemudian aku mengambil bungkusan tersebut dari tangan pak pos, dan mengucapkan terima kasih kepada pak pos . Dan lalu pak pos pun pergi. Kemudian aku masuk kedalam rumah dan lalu aku membuka bungkusan tersebut. Dan isi bungkusan tersebut ternyata sebuah laptop dan aplop yang bertuliskan “selamat ulang tahun sayang. Tidak ada kejutan yang dapat ayah dan ibu berikan diulang tahunmu yang ke-13 kecuali ini. Salam sayang  dari Ayah, ibu, kakakmu, dan kedua adikmu.”
          Aku senang sekali. Aku menyesal telah berburuk sangka kepada orang tuaku. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena orang tuaku dan kakakku sangat sayang dan perhatiaan kepadaku. Aku berjanji tidak akan pernah berburuk sangka dan mudah marah lagi.