Cinta itu fleksibel, dia bisa tumbuh dimana saja seiring dengan
berjalannya waktu. Semakin sering
bertemu dengan seseorang, maka rasa yang dimiliki pun akan semakin kuat. Diawali
dari rasa GR, yang diteruskan menjadi rasa suka berkepanjangan. Setiap gadis
pasti akan melalui masa yang sama. Itu juga yang aku alami. Alangkah senangnya
bila dimasa – masa remaja seperti ini seorang gadis mempunyai orang yang sangat
iya sukai tanpa harus bertepuk sebelah tangan. Berbeda dengan yang lain aku
hanya ingin menyukai seseorang tanpa dia tahu bahwa aku menyukainya. Memang
mempunyai rasa seperti itu akan sangat tersiksa. Ketika kita menyukai seseorang
tapi kita tak akan pernah bisa untuk mengatakan “ aku suka kamu “. Semua orang
pasti akan menganggap ini hal lucu, konyol, gak masuk akal. Tak peduli apa yang
orang pikirkan ini rasaku, ini perasaanku dan aku tidak butuh seseorang untuk
bertanggung jawab atas perasaanku.
Apa yang membuat aku menyukai dia ? pertanyaan ini selalu muncul di
benakku semakin aku berpikir semakin aku tak pernah menemukan jawabanku. Teori
bahwa cinta tumbuh seiring dengan waktu itu benar – benar terjadi dalam
kehidupan nyataku. Ada masa ketika aku galau karena dia dan ada pula masa
ketika aku sangat cemburu. Sangat aku akui memendam perasaan itu adalah hal
yang menyakitkan. Tapi aku tidak sanggup
untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan. Aku tidak pernah membiarkan satu
orangpun tau tentang perasaanku. Apa ini karena egoku ? aku hanya bermain
dengan egoku semata tidak peduli dengan
perasaan orang lain yang juga menyukaiku.